Sunday, 28 November 2010
WASIAT MBAH JOMbah Jo dirawat di rumah sakit. Menurut dokternya, asmanya sudah
kronis hingga perlu di pasangi selang oksigen. Sudah beberapa hari dia
tidak bicara dan seperti orang koma.
Dikira sudah menjelang ajal, anaknya memangilkan seorang mudhin
(tukang do'a) agar di doakan. Selagi pak mudhin asyik berdoa, tiba-
tibambah Jo menggap-menggap tidak bisa bernapas, mukanya pucat,
tangannya bergetar.
Dengan bahasa isyarat mbah Jo minta diambilkan kertas dan alat tulis.
Dengan sisa-sisa tenaganya mbah Jo menulis surat dan diberikan
kemudian.
Sambil terus berdoa pak mudhin langsung menyimpan surat tersebut tanpa
membacanya karena pikirnya tidak tega membaca surat wasiat tersebut
di depan mbah Jo yang tengah sekarat. Akhirnya, tak lama kemudian
mbah Jo meninggal dunia.
Pada selamatan hari ketujuh meninggalnya mbah Jo, pak mudhin diundang
untuk datang. Selesai memimpin do'a, pak mudhin berbicara:
"Saudara-saudara sekalian, ini ada surat wasiat dari almarhum mbah Jo
yang belum sempat saya sampaikan, mungkin isinya adalah nasehat untuk
anakcucunya semua. Mari kita sama-sama membaca suratnya". Pak mudhin
pun membuka surat tersebut, yang walaupun tulisannya nggak jelas,
tapi dengan lantang ia membaca surat yang ternyata bunyinya:
"DHIN, JANGAN BERDIRI DI SITU...! JANGAN INJAK SELANG OKSIGEN KU..!"
PIKUN
Sepasang suami istri yang sudah kakek nenek makan di sebuah restoran.
Selesai makan, mereka pun beranjak untuk kembali pulang. Tanpa sadar,
si nenek meninggalkan kacamatanya di meja. Si nenek baru menyadarinya
ketika mobil mereka sedang berada di jalan tol. Tentu saja si kakek
marah-marah karena putar baliknya jauh dan makan ongkos.
Sepanjang jalan kembali ke restoran, si kakek terus mengomel
mengatakan si nenek pikun, bolot dan sebagainya. Begitu sampai di
depan restoran dan si nenek turun dari mobil, si kakek berkata, "Hei
sekalian ambilkan pipa rokokku."
UMUR PANJANG
Seorang setengah tua (st) mendatangi dokter (dt)dan begini percakapan
yang terjadi di ruangan periksa tersebut:
st: "Dok, saya ingin mendapat kiat agar bisa hidup panjang"
dt: "Anda peminum?"
st: "Nggak"
dt: "Anda suka main cewek?"
st: "Nggak"
dt: "Anda perokok ?"
st: "Enggak juga"
dt: "Jadi untuk apa hidup panjang?"
PEKERJAAN
Suatu hari di bus umum, seorang gadis dan seorang pemuda tidak
kebagian tempat duduk. Mereka hanya bisa berdiri berdesak-desakan.
Kebetulan mereka mendapat tempat berdiri yang berhadap-hadapan dan
sangat rapat.
Sipemuda berkata kepada sigadis :"Pasti adik ini bekerja sebagai
perawat disalah satu rumah sakit".
"Mengapa abang tahu ?", tanya sigadis.
"Tercium bau obat sama saya", kata sipemuda.
Kemudian sigadis balik berkata:"Pasti abang ini bekerja sebagai
montir di salah satu bengkel".
"Mengapa adik tahu ?", tanya sipemuda.
"Terasa dongkrak abang sama saya", kata sigadis.
MESIN CANGGIH
Ketika sedang bertugas keluar negri, Joni menginap di sebuah hotel.
Suatu pagi Joni ingin memotong rambutnya. Dia bertanya kepada pegawai
hotel barber shop (tempat cukur) terdekat. Si pegawai hotel
mengatakan bahwa di hotel disediakan berbagai mesin untuk membantu
berbagai macam keperluan.
Joni pun pergi ke lorong tempat mesin-mesin tersebut berada. Dia
melihat satu mesin bertuliskan 'Cukur Rambut'. Joni memasukkan koin,
kemudian memasukkan kepalanya ke dalam lubang yang tersedia, dan
sepuluh menit kemudian rambutnya tercukur rapi.
Joni melihat mesin disebelahnya bertuliskan 'Manicure'. Dia pun
mencobanya, memasukkan koin, kemudian memasukkan tangannya, dan
sepuluh menit kemudian kuku dan tangannya bersih dan rapi.
Joni berjalan lagi dan menemukan sebuah mesin bertuliskan 'Membantu
Lelaki yang Jauh dari Istri'. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan, dan
setelah yakin tidak ada orang, dengan agak malu-malu Joni membuka
celana dan mengeluarkan anu-nya.
Joni memasukkan koin, kemudian memasukkan anu-nya ke dalam lubang
dengan penuh harap setelah sepuluh hari terpisah dengan istrinya.
Mesin itupun bergoyang dan sepuluh menit kemudian dengan menahan
sakit Joni mengeluarkan anu-nya dari mesin dan mendapati sebuah
kancing baju telah terjahit rapih diujungnya.
Labels: Humor



















Post a Comment
0 Comments:
Post a Comment